Fāṭima bint Ibn al-Muthannā
Ibn al-ʿArabī menceritakan pelayanannya kepada Fāṭima dari Córdoba, bint Ibn al-Muthannā, di Sevilla dan arti rohaninya baginya. Kisah itu menekankan kegembiraan dalam Tuhan dan kehadiran penuh saat bersama orang lain. Halaman guru menunjuk Bab 348 Futūḥāt agar pembaca dapat kembali dari ringkasan ke konteks teks.
Shams Umm al-Fuqarāʾ dan Niẓām
Ia juga mengenang Shams Umm al-Fuqarāʾ, bernama Yāsmīn, dari Marchena. Di Mekah ia membahas Niẓām, putri Zāhir al-Iṣfahānī, dan pengetahuannya dalam pengantar syarah Tarjumān. Kedua kisah mempunyai tujuan berbeda: pendidikan rohani pada yang pertama, pengantar puisi dan simbolismenya pada yang kedua.
Melampaui biografi
Perpustakaan Akbari mencantumkan syarah Sitt al-ʿAjam atas Mashāhid al-asrār, memperlihatkan kehadiran perempuan sebagai penafsir. Menghubungkan biografi, tulisan, dan penerimaan memberi konteks lebih kaya daripada daftar nama. Lanjutkan ke Tarjumān al-ashwāq dan Cinta dengan memperhatikan bentuk sastra masing-masing sumber.
Bab Futuhat terkait
Sumber dan bacaan lanjutan
Bahasa sumber ditampilkan di samping tautan. Buku dan sumber eksternal dapat tetap menggunakan bahasa aslinya.
- بعض شيوخه ومعارفه العربية
- حديث ابن العربي عن نظام العربية
- المكتبة الأكبرية: النصوص والشروح العربية